Home / BINTAN / Lapor Pak Kapolda, Penambangan Pasir Di Duga Ilegal Di Kabupaten Bintan Tumbuh Subur

Lapor Pak Kapolda, Penambangan Pasir Di Duga Ilegal Di Kabupaten Bintan Tumbuh Subur

 

Aktifitas penambangan pasir di galang batang ( 21/12/2021)

DETIKEXPOSE.COM, BINTAN–  Penambangan pasir di duga ilegal yang terjadi di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, kembali beroperasi, mengakibatkan sejumlah tanah tersebut berlobang bagaikan kubangan kerbau.

Usaha penambangan pasir ilegal itu kembali menjamur tumbuh subur, di beberapa lokasi yang tersebar di daerah Galang Batang wilayah Kecamatan Gunung Kijang,  setelah di tinggalkan oleh Kapolres sebelumnya AKBP Bambang Sugihartono, Kata warga sekitar lokasi kepada media ini, Selasa ( 21/12/2021)

berita Detikexpose.com Polres bintan lakukan razia pasir ilegal di Bintan setahun yang lalu.

“Sebelumnya Kapolres Bintan AKBP Bambang  Sugihartono yang kami kenal, gentol melakukan razia pertambangan pasir yang di duga ilegal di bintan, namun belakangan ini, kembali tumbuh subur tanpa ada razia,  sepertirnya di biarkan.

” Kami sebagai warga sekitar, meminta untuk ditertipkan dan di tutup, kalau jelas dan resmi tentu  pajaknya juga masuk ke kas Daerah,  bayangkan dalam satu hari bisa ribuan lori keluar dari daerah ini. pajaknya di kemanakan..?

“Ini jelas berbahaya karena sekali air masuk atau abrasi, tentu akan merusak lingkungan di sekitarnya,” ungkap. salah seorang warga.

“Dengan banyaknya dampak yang terjadi dan tak ada izin penambangan pasir di wilayah setempat, di minta penambangan di Kecamatan Gunung Kijang dan daerah sekitarnya di Kabupaten Bintan  dihentikan.

“Kami mengharapkan Bapak  Kapolda Kepri Irjel Pol. Aris Budiman, untuk dapat memantau dan mengintruksikan  kepada Kapolres Bintan untuk menghentikan beberapa penambangan pasir yang di duga tidak memiliki ijin di Kabupaten Bintan.

Pantauan media di lapangan, Selasa ( 21/12/2021) aktifitas pertambangan ilegal itu berjalan mulus yang terletak tak jauh dari simpang PT BAY, seharusnya di razia dan ditangkap sejumlah penambang yang melakukan kegiatan di sana.

“Hasil perbincangan media ini kepada salah seorang  penambang pasir di lokasi tersebut, mengatakan satu lokasi ini paling 30 an lori satu hari Bang, lalu ada portal di depan perlori di bayar Rp. 15.000,  di Koordinator semua penambang yang ada di bintan ini,  di Panggil PURBA. jadi kami tidak tau mau di kemanakan uang itu, apakah masuk kas daerah Kabupaten Bintan..?

” Penambang pasir di bintan ini Bang, ada 12 tempat yang di koornidir sama Purba orangnya tinggal di kijang,” Ucapnya.

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono saat di konfirmasi melalui nomor Washappnya, Senin Sore ( 20/12/2021) tidak menjawab.

Hitungan dalam 1 Bulan sekitar 1.000  Lori, di kali Rp. 15.000. per 1 Lori. di kemanakan uangnya sebanyak itu..?, apakah masuk kas daerah Kabupaten Bintan…? ( Tim )

Editor: Mendrofa

Share this:

About detikexpose

Tinggalkan Balasan