Home / JAKARTA / WARGA MINORITAS KRISTEN MULAI TAK AMAN BERIBADAH,..? PULUHAN WARGA BERSAMA SATPOL PP KOTA TANJUNGPINANG HENDAK MENUTUP GEREJA

WARGA MINORITAS KRISTEN MULAI TAK AMAN BERIBADAH,..? PULUHAN WARGA BERSAMA SATPOL PP KOTA TANJUNGPINANG HENDAK MENUTUP GEREJA

Di halaman Gereja Methodist sungai Carang Kelurahan Air Raja.

DETIKEXPOSE.COM TANJUNGPINANG– Keamanan dan kenyamanan ketika beribadah, kini mulai dirasakan masyarakat. Kondisi seperti tersebut diatas, memang sangat didambakan. Tujuannya agar setiap umat yang sedang menjalankan ibadahnya, bisa konsentrasi dan fokus.

Warga mendadak Ramai, Di Halaman Gereja Methodist sungai carang Kelurahan Air Raja

Namun belakangan muncul gangguan dari sekelompok warga terhadap masyarakat yang sedang beribadah di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Philadelphia Tanjungpinang yang berada di Sei Carang Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri.

Saat itu, puluhan jemaat yang sedang fokus menjalankan ibadahnya, didatangi sekelompok warga yang tampaknya dikoordinir oleh beberapa orang  petugas Satpol PP kota Tanjungpinang, pada hari Minggu pagi sekitar Jam 10 (21/3/2021).

Rombongan petugas Satpol PP itu datang berseragam lengkap serta mengendarai mobil Patroli Satpol PP. Dan diketahui, kedatangan mereka dikomandoi langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Operasi bernama Yoga. Banyak yang menilai, bahwa kehadiran mereka seakan resmi menjalankan tugas.

Sementara, puluhan jemaat yang sedang serius beribadah di dalam Gereja, mulai resah. Dan akhirnya, salah seorang Jemaat keluar dari Gereja untuk menemui petugas Satpol PP dan puluhan warga yang mendatangi Gereja. Guna menanyakan tujuan  kedatangan mereka.

“Ada apa pak ? Saya lihat ramai yang datang. Apalagi bapak berpakaian dinas Satpol-PP. Soalnya kami sedang beribadah.  Kira-kira kehadiran rombongan bapak datang ke Gereja ini dalam rangka apa ? Dan atas perintah siapa datang ke tempat ini, “kata jemaat berinisial H ini, mengulangi ucapannya terhadap petugas Satpol PP tersebut.

Jemaat berinisial H dan Bn ini pun melanjutkan penjelasannya. Jadi, pengakuan salah seorang petugas Satpol PP itu kepada saya, bahwa kahadiran mereka  adalah perintah atasannya. Sayangnya, enggan menyebutkan nama atasannya, “ujarnya.

Yoga, Kasi Op Satpol PP Kota Tanjungpinang gentolnya meminta warga gereja untuk tidak beribadah ditempat ini minggu depan menurutnya karna tak ada ijin.

Pdt Septian Sembiring mengatakan kepada media ini, Perlu diketahui Gereja Methodist Piladelpia Kota Tanjungpinang, upaya pengurusan ijin mendirikan Gereja, mulai dari tahun 2017 hingga sampai saat ini tak kunjung selesai atau di berikan, pengurusannya mulai dari persetujuan warga sekitar telah di dapatkan, hanya saja RT 001 tidak memberi rekomendasi/persetujuan, sementara RW telah membubuhkan tanda tangan untuk menyetujui mendirikan gereja tersebut.

Berbagai upaya di lakukan oleh warga gereja Methodist Audensi dengan Lurah Air Raja, Audensi dengan Kecamatan Tanjungpinang Timur telah di lalui, hingga sampai saat ini belum ada kejelasannya nasib ijin gereja Methodist Tanjungpinang.

RT.001/RW 005 Bernama Witanto, yang telah beberapa kali di datangi oleh pengurus gereja Methodist untuk memohon rekomendasi persetujuan namun si Rt ini dengan keras menyatakan tak akan memberi rekomendasi. Minggu 21/3/2021 dia ikut membawa warga yang belakangan di ketahui sebagian dari KM 5 Tanjungpinang yang bukan warga sekitar, dengan gentolnya juga mengatakan untuk ditutup dan tidak boleh beribadah, karna tak ada ijin, bagaimana ada ijin rekomendasi saja  tak mau di kasi RT.

Pdt Sembiring menjelaskan,
Bahwa tindakan pak RT menghalang-halangi dan menggangu kegiatan ibadah melanggar pasal 175 KUHP.
( Sat pol pp Kota Tanjungpinang datang tanpa ada surat tugas).
melanggar UUD 45 PASAL 28 E Ayat 1 dan Pasal 29 ayat 2.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk tidak membiarkan oknum warga yang intoleran dengan gereja, karna Negara Indonesia adalah negara hukum, jangan hanya karna seorang RT bisa menghambat segala pengurusan warga yang berniat baik untuk mendirikan Rumah ibadah, seperti yang di alami warga kristen minoritas di Kota Tanjungpinang.

Dikonfirmasi melalui layanan WA ke Ponsel nya, Ahmad Yani, Kepala Kantor Satpol PP kota Tanjungpinang mengatakan, “Kedatangan Satpol ke Sei Carang berdasarkan laporan masyarakat ada kegiatan ibadah di rumah masyarakat. Bukan Gereja. Satpol tidak ada melarang masyarakat beribadah. Kami meminta pihak Kecamatan menyelesaikan dengan pihak-pihak yang terkait terima kasih, “kata Yani menjawab konfirmasi (21/03/2021).( tim )

Share this:

About detikexpose

Tinggalkan Balasan