Home / KEPRI / TANJUNGPINANG / DI Duga Berbau Judi Jackpot Di Kota Tanjungpinang, Tumbuh Subur.

DI Duga Berbau Judi Jackpot Di Kota Tanjungpinang, Tumbuh Subur.

DETIKEXPOSE.COM, TANJUNGPINANG– Di saat pandemik Covid-19 yang makin hari makin meningkat penyebarannya, pemerintah pusat dan maupun daerah, membatasi segala aktifitas masyarakat dan maupun berbagai kegiatan acara di undur untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu, tetapi aturan itu tidak berlaku bagi bandar judi yang ada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan riau ( Kepri ) terlihat dibukanya kembali bisnis permainan berhadiah atau biasa disebut Gelanggang Permainan (Gelper) secara Elektronik Atau diduga judi Jackpot yang tumbuh subur di Kota Gurindam tersebut,  mendulang opini adanya jual beli kewenangan dalam penegakan hukum perjudian.

Pasalnya, bisnis melawan negara yang berada di lokasi jalan suka berenang dan di kawasan bintan plaza itu, sempat ditutup beberapa bulan sebelumnya akibat desakan masyarakat yang menentang praktek perjudian di Kota Tanjungpinang.

Sejak sebulan beroperasi, tidak ada upaya hukum untuk menghentikan berlangsungnya bisnis melawan negara tersebut. Bahkan beredar kabar, bisnis serupa bakalan menjamur.

Ketua DPD SPRI Kepri dan Juga LSM Gebrak Provinsi Kepri Sholikin

Kondisi ini mendapat perhatian dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat. Salah satunya, Ketua DPD SPRI dan juga  LSM Gebrak  Provinsi Kepri Solihin menilai praktek gelanggang permainan diduga kuat adalah bisnis perjudian yang diijinkan secara tersirat, demikian di sampaikannya kepada media di Kawasan KM 5 Tanjungpinang (3-8-2020).

Menurutnya, usaha Gelper sangat mirip dengan judi mesin yang selama ini diketahuinya. Selain menggunakan mesin, ada juga menebak angka bola. Pada prakteknya, para pemain membeli pilihannya, baik melalui angka bola maupun mesin yang untuk dimainkan, kemudian pemain akan mendapatkan kupon.

“Kupon tersebut dapat ditukar baik dengan nilai barang ataupun uang,” kata Sholikin.

Ketua DPD  Indonesia Crisis Centre (ICC) Laode Kamaruddin.

Secara terpisah, Ketua DPD Indonesia Crisis Centre (ICC) Laode Kamaruddin menilai bahwa bisnis Gelper dapat dikatakan kegiatan yang melanggar pada aturan negara dan meminta agar pemiliknya di tangkap dan dipenjarakan agar praktek perjudian tidak buka tutup, tetapi tutup selamanya.

“Bila penegakan hukum di Tanjungpinang tutup mata, kita akan mendesak Kapolri agar perjudian dan bos besarnya ditangkap, demi Tanjungpinang bersih dari perjudian,” kata Laode Kamarrudin.

Laode mengatakan bahwa, sudah jelas larangan dalam KUHP pasal 303 ayat 1, angka 1, bahwa barang siapa tanpa mempunyai hak untuk dengan sengaja melakukan sebagai suatu usaha, menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu ;

Lanjutnya, angka2,  dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak ramai untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu dengan tidak memandang apakah pemakaian kesempatan itu digantungkan pada sesuatu syarat atau pada pengetahuan mengenai sesuatu cara atau tidak ;

“Apakah ada ijin perjudian atau ijin permainan berhadiah yang dikeluarkan oleh Pemerintan Kota Tanjungpinang, bila ada wajib diperiksa”tegas Laode.

Dihari yang sama, SPRI coba melakukan konfirmasi kepada AKBP M. Iqbal SIK, kapolres Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponsel nya (03/08/2020). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, pak Kapolres tidak menjawab.

(DPD SPRI Prov. Kepri)

Share this:

About detikexpose