Home / KEPRI / BINTAN / Pemerintah Kabupaten Bintan, Garap Lahan Warga Tanpa Proses Untuk Pembangunan Waduk, Jeritan Warga Tak Di Pedulikan.

Pemerintah Kabupaten Bintan, Garap Lahan Warga Tanpa Proses Untuk Pembangunan Waduk, Jeritan Warga Tak Di Pedulikan.

DETIKEXPOSE.COM, BINTAN–  Pemerintah Kabupaten Bintan Yang di Pimpin Apri Sujadi sepertinya Jeritan warga di Abaikan, lahan warga di garap untuk pembangunan Waduk tanpa proses dari awal.

Ganti rugi lahan milik sejumlah warga yang lahannya terpakai untuk pembangunan Waduk Embung Air Baku Hulu Bintan, di pusaran kantor Bupati Bintan, sampai kini tak terealisasi.

Penantian panjang yang diadakan dengan beberapa kali pertemuan oleh tim pembebasan lahan, agar pemilik lahan terlena dan lupa akan proses ganti rugi, justru kini mulai bangkit dari aksi diam yang dilakoninya selama beberapa tahun.

Sebagian dari mereka mulai berteriak melalui media masa, terkait proses ganti rugi lahan miliknya yang tak kunjung terlaksana pembayarannya. Bahkan, rasa percaya dan simpatik terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bintan, yang tertanam selama ini, dirasa malah mulai memudar.

Pailan (80th), salah seorang pemilik lahan yang belum menerima ganti rugi.

Jum’at (24/07/2020), salah seorang pemilik lahan, ditemui di rumahnya, guna meminta penjelasan tentang ganti rugi  lahannya yang tak kunjung dibayar. Pria lanjut usia bernama Pailan ini berceloteh panjang lebar tentang lahannya yang terpakai di dalam proyek Waduk itu.

Diakuinya, sampai saat ini dirinya belum pernah menerima ganti rugi lahan dari Pemkab Bintan. Yang ada hanya janji dan pertemuan semu terhadap tim pembebasan lahan. Padahal, dirinya dan keluarga sangat mengharapkan,

“Kalau lahan saya luasnya 10.7 hektar. Yang terpakai untuk proyek itu berkisar 4 hektar. Dan kami sudah sering kali pertemuan. Tapi hanya dijanjikan saja. Kami yang punya lahan disana, ada enam orang. Dan lahan saya yang paling luas. Waktu itu kami sepakat meminta harga ganti rugi atas lahan itu sebesar Rp.45.000,- per meter. Tapi sampai sekarang belum ada dibayarkan kepada kami. Heran nya lagi, ketika lahan saya dirusak oleh pelaksana proyek, sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada saya. Justru waktu itu saya diberi tahu teman. Makanya saya bisa tau. Bahkan, persoalan itu juga sudah pernah saya laporkan ke Polres Bintan. Tapi, tak ada juga reaksinya. Mungkin karena saya orang kecil pak, “ujar pria berusia delapan puluhan itu.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Sebut saja Yacob. Lelaki bertubuh gempal ini juga merasakan hal yang sama. Yakob memiliki lahan di lokasi proyek itu seluas kurang lebih 2 hektar. Diakuinya, kalau lahannya itu peninggalan orang tuanya,

“Iya pak . . . . Saya juga punya lahan disana (lokasi proyek-red). Lahan itu pemberian orang tua saya. Tapi sebagian sudah dirusak oleh pelaksana proyek. Sampai sekarang belum ada dikasi ganti rugi. Sementara proyek sudah selesai dibangun. Kalau sudah begini, kemana Kami mengadu pak, “katanya mengeluh.

Miris rasanya mendengar curahan hati kedua warga pemilik lahan itu. Apalagi jika dilihat dari profesi yang disandangnya, hanya seorang petani tradisional, yang punya penghasilan tidak tetap. Namun masih saja ada yang tega menyakitinya.

Padahal, jika terwujud ganti rugi lahan itu, harapan pemilik lahan bisa merubah tatanan kehidupannya. Dihari yang sama, media ini menyambangi kantor Kepala Desa Bintan Buyu, guna menanyakan historis kepemilikan lahan warga yang terkena proyek tersebut. Dengan penuh keramah-tamahan, Sunardi (Kepala Desa-red), mulai menanyakan maksud dan tujuan kedatangan. Setelah itu, Sunardi pun mulai bercerita panjang tentang permasalahan yang ada.

Bahkan, Sunardi juga mengakui, kalau proses ganti di lahan yang sedang jadi gunjingan itu, memang belum dibayar, “kalau saya selalu mengajak warga, jika ada pertemuan. saya juga tak mau dijadikan tumpuan kesalahan oleh warga. Makanya, setiap ada pertemuan, mereka tetap saya ajak. Kalau di lahan itu, ada sekitar 11 orang namanya. Dan semua belum menerima ganti rugi, “sebut Sunardi.

Bobroknya kinerja tim pembebasan lahan di proyek itu, membuat media ini melakukan konfirmasi kepada Adi Prihantara, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan melalui layanan WA ke ponsel nya (24/07/2020). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, Adi belum menjawab. ( Redaksi )

Share this:

About detikexpose