Saat ini, kata dia, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sedang berjalan yang dimulai 29 Juni hingga 3 Juli nanti. Ada dua sistem yang dipakai yakni, secara online maupun offline.

Sistem online untuk sekolah yang di perkotaan, sedangkan sistem offline untuk sekolah di daerah pesisir atau hinterland yang sinyal internetnya belum lancar.

Ditambahkannya, ada empat jalur penerimaan siswa baru yakni jalur zonasi 50 persen, 30 persen jalur prestasi, 15 persen jalur afirmasi atau tidak mampu. Serta 5 persen jalur pindah datang orangtua.

Adapun payung hukum PPDB ini berdasarkan Permendikbud No.44 tahun 2019 tentang PPDB dan Peraturan Gubernur (Pergub) No.26 tahun 2020 tentang PPDB.

Pergub ini untuk mengatur alur yang lebih teknis disesuaikan dengan karakteristik Provinsi Kepri. Dan itu juga sesuai dengan UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana SLTA sederajat menjadi kewenangan provinsi.

Terkait jalur prestasi, dituturkannya, berdasarkan Pergub dan sudah memiliki kriteria. Yaitu prestasi akademis maupun non akademis.
Dicontohkannya, bagi siswa prestasi akademis dibuktikan dengan nilai rata-rata minimal 90.

Serta jalur non akademis dibuktikan dengan piagam berjenjang yang diakui di tingkat kabupaten-kota, provinsi, nasional maupun internasional.
Misalnya piagam penghargaan karena menang di ajang OSN, O2SN, FL2SN dan beberapa lainnya.

Ia menilai, masih ada masyarakat yang salah kaprah di jalur prestasi nonakademis. Piagam yang dilampirkan merupakan penghargaan dari lembaga atau klub-klub.

”Ini tentu bagus, namun sesuai kriteria ditentukan yang berjenjang dan diakui mulai tingkat daerah sampai nasional bahkan internasional,” ucapnya.