Home / SUMATRA UTARA / BALIGE / Pedagang Daging Celeng Di Gunung Sitoli Mejerit, Akibat Tidak Di Keluarkan Surat Rekomendasi.

Pedagang Daging Celeng Di Gunung Sitoli Mejerit, Akibat Tidak Di Keluarkan Surat Rekomendasi.

DETIKEXPOSE.COM, GUNUNG SITOLI. Sejumlah pedagang Daging Baby Hutan( Celeng ) yang ada di Kota Gunung Nias, Provinsi Sumatera Utara, menjerit akibat usaha mereka tidak bisa berjalan lagi, di akibatkan  surat rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Gunung Sitoli belum Keluar.

Para pedagang daging celeng menyampaikan kepada Media ini, Senin (29-6-2020) melalui percakapan telepon seluler, bahwa kami para pedagang daging Baby celeng ini, yang sudah puluhan tahun, tiba-tiba di stop pada akhir bulan Pebruari yang lalu, dan di anjurkan mengurus surat rekomendasi dari Dinas terkait, agar dapat kami berdagang kembali, namun saat kami mengurus surat tersebut banyak alasan dan berbelit-belit sudah ada dua kali kami pergi, terakhir jumpa kepala dinas Ketahanan pangan dan pertanian, namun alasannya ada surat dari kementrian pertanian dan dari Dinas Ketahanan Pangan dan peternakan Provinsi Sumatera utara untuk tidak bisa masukkan daging babi ke Nias ” Ucap salah seorang Pedagang.

” Namun perlu di ketahui, surat tersebut, Bukan Untuk daging celeng di stop, hanya bagi Babi peliharaan saja, kalau bagi daging celeng hanya di ancurkan untuk meminta/mengurus surat rekomendasi saja dari dinas terkait untuk pengetatan pengawasan, setelah surat ada bisa jalan kembali.

” Oleh sebab itu, Kami minta kepada dinas Ketahanan Pangan Dan pertanian Kota Gunung Sitoli agar memikirkan nasib kami sebagai pedagang selama ini yang hanya itu harapan kami, untuk mencukupi kebutuhan keluar sehari-hari, jangan kami di persulit dan di buat berbagai alasan, kami bukan meminta duit kepada pemerintah, justru kami membantu pemerintah untuk lapangam pekerjaan bagi anggota kami yang akan kami pekerjakan, Tolong kami buat kami kemudahan,”Ucapnya penuh harapan.

“Kami membuka usaha meminjam uang dari Bank agar kami bisa berusaha, sementara usaha kami tidak jalan bagai mana kami bisa membayar cicilan utang pinjaman ke Bank tiap bulan, bisa -bisa rumah kami di sita oleh Bank, oleh karna itu kepada Bapak Walikota Gunung Sitoli dan Kepada Bapak Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian, memikirkan nasib kami sebagai warga Bapak.

Sumber Detikexpose.com yang tidak mau di sebutkan namanya, beberapa orang staf dari Dinas ketahanan pangan dan Pertanian Pemko Gunung Sitoli ( Senin (29-6-2020) melalui percakapan telepon mengatakan, sebenarnya masalah itu tidak terlalu rumit, dalam isi surat dari Kementrian Pertanian dan maupun dari  Dinas ketahanan pangan dan peternakan provinsi sumatera utara, hanya Babi peliharaan yang di stop, sementara untuk Daging celeng Hanya di ancurkan untuk mengurus surat rekondasi saja dari Dinas terkait dalam Hal ini Dinas Ketahanan pangan dan pertanian.

“saya melihat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian Bapak Oimolala Telaumbanua sudah mau membantu Kemarin,  hanya saja saat dia berbincang terhadap seseorang akhirnya tidak jadi di keluarkan, apakah ada tekanan kepada beliau atau perintah siapa belum tau.

“semoga Kepala dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pemko Gunung Sitoli tidak terpengaruh dengan omongan orang yang mungkin ada persaingan bisnis di Kota Gunung Sitoli ini dan mau mendegar keluhan para pedagang yang saat ini mereka sedang kesulitan membayar cicilan utang mereka Ke Bank,” Ujar Staf tersebut.( redaksi )

About detikexpose